Maaf jika judul diatas mangganggu anda, namun itu adalah perkataan yang sering aku dengan berkaitan dengan kejadian memanasnya hubungan antara dua bangsa yang katanya serumpun karena berbagai hal.
Perlu aku tegaskan disini bahwa aku sangat anti dengan hal-hal yang berbau konfrontasi aku lebih senang dengan hal-hal yang bersifat kedamaian, persahabatan.
Bercermin dari semua kejadian yang pernah ada selama ini, dimana Bangsa Malaysia telah melakukan komplain terhadap kepulauan yang tadinya ikut dalam wilayah Bangsa Indonesia, kemudian komplain terhadap sendra tari (reok, pendet, dan lainnya), juga terhadap Seni Budaya (batik, songket dan lainnya), dan kemudian yang terbaru komplain dari Kementerian Warisan Budaya Bangsa Malaysia terhadap makanan dan minuman yang kesemua notabene sudah sejak lama ada di Bangsa Indonesia yang di komplain sebagai Warisan Leluhur Bangsa Malaysia.
Sebenarnya dari komplain selama ini saya berpendapat bahwa sebenarnya Bangsa Malaysia ingin bergabung dengan Bangsa Indonesia, namun untuk mengakui hal tersebut timbul rasa gengsi sehingga di perhalus dengan sebutan Warisan Leluhur Bangsa Malaysia dimana leluhurnya adalah ya.. Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu saya mengajak kepada kedua Bangsa ini, agar melakukan pendekatan persaudaraan sehingga Bangsa Melayu menjadi besar seperti yang sebelum nya pernah terjadi.
Disatu sisi saya mengajak Bangsa Malaysia untuk bergabung dengan Bangsa Indonesia agar salah satu dari putra terbaik Malaysia juga mempunyai kesempatan untuk paling tidak ikut memimpin sebuah Bangsa Baru yang Besar yaitu Negeri Indonesia Raya.
Disatu sisi saya mengajak kepada Bangsa Indonesia untuk melupakan masa lampau dan menjadikan Bangsa Malaysia sebagai saudara setanah air sehingga Bangsa Indonesia menjadi sebuah Bangsa Baru yang Besar yaitu Negeri Indonesia Raya.
Demikian aku rasa semoga apa yang menjadi bahan renunganku ini dapat menjadi kenyataan di kemudian hari.
DIarsipkan di bawah: Bahan Renungan

